Perlindungan dan Pelestarian Lingkung Menurut Confisionisme



            Lingkungan Hidup adalah tempat dimana seseorang tinggal dan berinteraksi dengan makhluk lainnya dengan saling melengkapi, saling menjaga dan saling menghormati sehingga tercipta suasana yang harmonis. Dalam hal ini lingkungan hidup merupakan bagian dari alam, ketika kita bisa menciptakan lingkungan hidup yang damai, seimbang, indah dan harmonis, maka alampun akan menjadi damai, seimbang, indah dan harmonis serta terjaga keasriannya.

Untuk tumbuh berkembang, manusia dan makhluk lainnya membutuhkan makanan dan minuman dan juga pasangan hidup yang telah disediakan di alam ini. Seperti kita ketahui bersama, tumbuh-tumbuhan / pepohonan mendapat makanan dari dalam tanah yang mengandung sari-sari makanan yang diperlukan oleh tumbuhan dan dari air, udara serta sinar matahari yang dibutuhkan untuk mengolah sari makanan tersebut, ada juga beberapa tanaman yang menjadikan serangga sebagai makanannya. Hewan ada yang mendapat makanan dari tumbuh-tumbuhan, ada yang mendapat makanan dari hewan lainnya, serangga atau tumbuh-tumbuhan dan hewan serta air dan udara.

Manusia juga mendapat makanan dari hewan, tumbuh-tumbuhan serta air dan udara. Alam sudah menyediakan makanan, air dan udara serta pasangan hidup yang cukup bagi semua mahkluk yang tinggal didalamnya, cukup udara,  air, tumbuh-tumbuhan dan hewan dalam suatu siklus eko sistem yang telah tercipta secara alami, dalam bentuk rantai makanan yang seimbang dan saling melengkapi. Demikian Tuhan dengan begitu teliti telah merencanakan dan mempersiapkan semua yang dibutuhkan untuk kelestarian alam dan lingkungan hidup.

            Sebagai manusia, kita diberikan kelebihan dapat berpikir, berakal budi dan dapat menciptakan hal-hal yang kita butuhkan dengan menggunakan sumber daya alam yang ada. Sehingga dikatakan “Berlaksa Wujud ada didalam diri manusia”. Manusia sebagai mahkluk berpikir dan mempunyai kemampuan mencipta bertugas untuk mengembangkan keluarga dalam perilaku cintakasih dan juga menjaga keseimbangan alam dalam keharmonisan sehingga siklus mata rantai makanan dan eko sistem alami tetap terjaga serta kecukupan sumber daya alam yang dibutuhkan tetap mencukupi.

Ketika manusia menggunakan sumber daya alam, maka sebagai makhluk berpikir, untuk menjaga kesimbangan dan kesinambungan eko sistem alam dan mata rantai makanan, manusia juga hendaknya meneliti, bagaimana caranya mengembalikan sumber daya alam yang telah digunakan, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan sumber daya alam tersebut, dan juga mempelajari serta meneliti setiap fungsi sumber daya alam yang ada tersebut.

Sebagai contoh : ketika manusia menebang pohon untuk membangun rumah dan perlengkapan rumah (meja, kursi, sendok, garpu, dsb.), maka manusia seyogyanya memahami apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesinambungan kehidupan pohon tersebut, apa fungsi pohon tesebut bagi alam selain untuk dimanfaatkan oleh manusia sebagai sumber daya alam (misalkan sebagai penjaga air tanah untuk kelembaban tanah dan untuk membantu penyerapan air hujan kedalam tanah hingga air tidak tergenang diatas tanah, dsb.).

Demikian juga ketika manusia memanfaatkan hewan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, maka seyogyanya dipikirkan bagaimana caranya untuk menjaga kelestarian hewan tersebut sehubungan dengan kesinambungan mata rantai makanan dalam eko sistem alami yang sejak awal telah ada dialam ini.

            Didalam menggunakan sumber daya alam, kita diharuskan menjaga kesinambungan dan juga keseimbangannya untuk mencegah terjadinya bencana yang diakibatkan oleh terganggunya keseimbangan alam. Manusia sebagai mahkluk berpikir telah diberikan kecerdasan alami untuk mempelajari dan meneliti fungsi dan cara kerja sumber daya alam, sehingga ketika manusia memanfaatkan sumber daya alam tersebut manusia telah dapat melakukan tindakan untuk menjaga keseimbangan mata rantai makanan dan eko sistem alami yang telah ada di alam ini.

Contoh : Ketika manusia mengambil pohon, manusia selayaknya sudah mengerti dan mempelajari apa fungsi pohon bagi alam ini, berapa lama pohon ini tumbuh, berapa usia yang wajar untuk dapat ditebang dan dipergunakan, apakah bibit pohon yang baru sudah tersedia (jika pohon dicabut sampai keakarnya) apakah jika akar pohon tetap ditinggal dalam tanah, pohon ini dapat menumbuhkan kembali daunnya? Sehingga tidak perlu menanam pohon baru hanya cukup merawat pohon ini sampai kembali berdaun dan seterusnya.

            Dalam memanfaatkan sumber daya alam, manusia harus memikirkan efek-efek yang terkait dan berpegang pada kelestarian mata rantai makanan dan eko sistem secara seimbang, sehingga bencana alam dapat diminimalisasi.

Prinsip-Prinsip Agama dalam Pelestarian Lingkungan Hidup :

  1. Bumi sebagai sumber hasil bumi untuk mencukupi sandang pangan harus dijaga dan dirawat, dikerjakan sehingga menghasilkan bahan sandang pangan
  2. Sumber makanan dari laut maupun darat, jika belum waktunya dipotong dan dikonsumsi, jangan dipotong
  3. Pemotongan kayu di hutan harus ditentukan waktunya, sehingga kayu di hutan tidak kurang untuk dipergunakan.

Ketiga prinsip ini diambil dari percakapan Raja Hui dengan Meng Zi, ketika Raja menanyakan bagaimana memenangkan hati dan menyejahterakan rakyat, intinya adalah pelestarian lingkungan hidup agar dapat mencukupi kebutuhan sandang pangan rakyat. Uraian lengkap terdapat didalam kitab Meng Zi.


Hubungi Kami