Pengertian Resensi


Pengertian Resensi

        Kata resensi berasal dari bahasa Belanda recensie, meskipun sebelumnya istilah resensi tersebut diadopsi dari bahasa Latin yakni dari kata kerja recensere yang bermakna "memberi penilaian". Pengertian resensi buku adalah memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku, memberikan ulasan, membahas, mengkritik ataupun meringkas. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud ditulisnya resensi buku bertujuan menginformasikan apa saja yang termuat dalam buku itu secara sekilas kepada orang lain. Dalam pengertian yang lain, resensi adalah suatu karangan yang mengungkap penilaian terhadap suatu buku, karya seni, atau karya cipta.
         Buku merupakan media komunikasi konvensional yang termasuk paling tua. Tidak diketahui secara persis kapan buku dalam bentuk cetakan  pertama sekali dibuat. Sungguhpun pembuatan buku cetakan sangat berkaitan erat denga penemuan mesin cetak oleh Johanes Gutenberg tahun 1450, tetapi tidak diketahui secara tepat waktu pembuatan buku yang pertama. Oleh karena itu diperkirakan, buku pertama dibuat sesudah penemuan mesin cetak  tahun 1450, ketika kertas-kertas hasil cetakan yang berisi informasi dalam bidang tertentu itu disusun, dijilid, diberi kertas kulit pelindung, serta dipotong rapi sehingga berwujud buku seperti yang sekarang ini.
            Secara definisi, buku diartikan sebagai kumpulan kertas yang berisi informasi tercetak dalam bidang tertentu dan disusun secara sistematis, dijilid, dan diberikan kulit (cover) pelindung dengan jumlah minimal 48 halaman. Dilihat dari kebenaran  isi atau pesan di dalamnya, buku dapat dibedakan sebagai buku fiksi, buku nonfiksi, dan buku fiksi ilmiah; di lihat dari fungsinya, buku dapat dibedakan pula sebagai buku bacaan dan buku pelajaran. Berdasarkan isi dan penggunaannya di sekolah, buku dapat dibedakan seba gai buku teks pelajaran, buku pengayaan, buku panduan guru, dan buku riferensi. Buku dapat juga dibedakan dalam jenis atau bentuk lain  berdasarkan sudut pandang tertentu.
            Sebagai media, buku dapat dipergunakan memuat berbaga jenisi informasi dan keperluan yang berarti bahwa penulis dapat menulis informasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, atau seni. Dilihat dari keperluan atau manfaatnya, buku dapat dipergunakan sebagai media untuk sumber belajar, dokumentasi,atau hiburan. Sedangkan berdasarakan pembaca sasaran (target reader), buku dapat pula diarahkan misalnya untuk peserta didik, pendidik, ilmuan,peneliti, kalangan tertentu  atau masyarakat umum.
            Agar buku dapat berfungsi efektif, efisien, dan menarik, penulis menulis menyajikan pesan sesuai dengan karakteristik pesan, pembaca sasaran/penerima pesan, dan gaya khas penulisnya. Dengan demikian, menyajikan fiksi berbeda dengan non fiksi, sejarah berbeda dengan matematika, bahasa berbeda dengan seni musik, karena imasing-masing memeiliki karakteristik sendiri. Isi atau tema yang sama dikemas dan disajikan secara berbeda karena  pembaca sasarannya berbeda. Sebagai contoh, pendidikan karakter agar toleransi terhadap perbedaan, berbeda untuk anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Di lain pihak masing-masing penulis memiliki bahasa dan gaya penyajian yang berbeda satu sama lain.  Gaya ini merupakan ciri khas penulis. Misalnya, Pramudya Anatatur memiliki gaya menulis yang berbeda dengan N. H. Dini, walaupun kedua-duanya dikenal sebagai penulis novel. Rhenald Kasali berbeda dengan Sondang Siagian yang kedua-duanya dikenal sebagai penulis buku-buku manajemen.
            Penulis menyebarluaskan pesan atau gagasannya kepada orang lain melalui media cetak buku  sebagai informasi atau ditanggapi.  Keberhasilan penyampaian pesan terlihat dari penerima pesan, yang dalam hal ini adalah pembaca buku. Apabila pesan diterima dan ditanggapi oleh penerima pesan/pembaca sebagaimana  dimaksudkan oleh pengirim pesan/penulis buku, maka penyampaian pesan itu berhasil dengan baik. Sebaliknya apabila pesan yang diterima dan dipahami oleh penerima pesan berbeda dengan apa yang dimaksudkan oleh pengirim pesan, maka penyampaian informasi itu tidak efektif dan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Ketepatan penyampaian pesan dipengaruhi oleh isi, bahasa, cara mengemas, gaya menyampaikan, media yang dipergunakan, atau cara penerima menerima pesan itu. Unsur-unsur yang berpengaruh itulah yang perlu diperhatikan oleh penulis dalam menyampaikan informasi/pesan melalui buku.
            Keberhasilan penulis buku mencapai tujuannya dipengaruhi oleh penguasaan penulis atas substansi informasi yang disampaikan, kemampuan penulis mengemas informasi sehingga dapat meyakinkan dan mempengaruhi pembaca, dan keterampilan penulis menggunakan bahasa yang baik, benar, dan tepat. Penguasaan substansi informasi termasuk kebenaran, keakuratan, keluasan dan kedalamaannya. Sedangkan kemampuan mengemas informasi mencakup menyusun gagasan secara sistematis dan logis dengan data serta informasi yang lengkap dan meyakinkan. Sedangkan penggunaan bahasa termasuk menggunakan kaidah-kaidah bahasa yang baku, pilihan kata/diksi yang tepat, dan gaya bahasa yang komunikatif sesuai dengan kemampuan berbahasa pembaca sasaran.
        Dilihat dari kepentingan penulis, buku merupakan media untuk menyampaikan atau menyebarleaskan informasi, sedangkan dilihat dari sisi pembaca, buku merupakan media untuk memperoleh informasi.  Sesudah membaca dan memahami informasi dari buku, pembaca mungkin tidak memberikan reaksi sama sekali dan menyimpannya semata-mata sebagai pengetahuan. Tetapi mungkin juga pembaca segera menindaklanjuti dengan menerapkan pengetahuan dalam buku itu untuk memecahkan masalah, Atau bahkan isi buku itu memberikan inspirasi baru untuk mengembangkannya lebih lanjut. Kemungkinan lain ialah setelah merenungkan, melakukan internalisasi atau refleksi atas informasi yang baru diperolehnya, pembaca memberikan tanggapan atas informasi yang diperolehnya dalam buku itu. Ia mungkin setuju atas informasi itu, mendukung serta ingin menyebarluaskannya kepada orang lain. Atau mungkin juga ia menyanggah sebagian atau sepenuhnya dengan memberikan argumentasi beradasarkan pengalamannya. Tanggapan pembaca tersebut dipublikasikan untuk diketahui orang lain, khsusunya untuk yang ingin membeli atau membaca buku itu.
            Dilihat dari isi dan bentuknya, tanggapan pembaca atas isi sebuah buku dapat dikategorikan sebagai sinopsis, bedah buku, atau resensi. Sinopsis buku merupakan tulisan yang menggambarkan secara  ringkas isi pokok dan hal-hal yang baru dan menarik dalam buku itu untuk diketahui orang lain. Sinopsis disebut juga dengan istilah ikhtisar, ringkasan, atau abstrak, walaupun untuk keperluan tertentu dibedakan satu sama lain. Apabila buku diterbitkan, penulis atau penerbit biasanya memuat sinopsis pada kulit luar belakang buku yang tujuannya memberikan informasi singkat tentang isi buku serta memotivasi orang membacanya. Sinopsis dapat juga dibuat oleh orang lain (bukan penulis atau penerbit), dengan mendeskripsikan secara singkat isi buku tanpa memberikan pendapat atas isi buku dengan menggunakan bahasa sendiri. Walaupun pada awalnya dibuat untuk buku-buku fiksi atau karya sastra, dalam perkembangannya sinopsis juga dipergunakan untuk buku-buku nonfiksi.
          Bedah buku ialah menelaah secara mendalam dan ilmiah tentang isi buku, termasuk latar belakang penulis menulis, tema/masalah  yang diangkat atau latar belakang penerbit menerbitkan buku itu. Membedah buku dapat dilakukan melaui diskusi yang diikuti oleh pengamat buku dan masyarakat buku. Melalui bedah buku dapat diketahui keunggulan, kelemahan, serta ciri khas isi sebuah buku yang biasanya terbitan baru. Apabila bedah buku dilakukan tanpa forum diskusi tetapi secara tertulis,  bedah buku itu lazim disebut resensi, tinjauan, kajian, atau timbangan buku yang pada umumnya apabila dipublikasikan juga bertujuan untuk menyebarluaskan dan menanggapi gagasan penulis buku. Untuk keperluan kajian ilmiah di lembaga pendidikan, resensi buku sering juga disebut telaahan kritis (critical review). Tulisan ini menggunakan istilah resensi dalam pembahasan lebih lanjut.
            Dalam berbagai terbitan media masa (surat kabar, majalah, atau jurnal), sering dimuat resensi buku. Jurnal Pendidikan Penabur sejak terbitan pertama (2002) menyediakan rubrik Resensi Buku. Akan tetapi teknik dan gaya penulisan resensi buku berbeda di surat kabar, majalah, atau jurnal sesuai dengan ciri dan tujuan masing-masing jenis media massa itu, walaupun ada kesamaan prinsip yakni memberikan tanggapan atas isi buku. Penulis resensi tentu perlu mencermati prinsip-prinsip penulisan resensi serta ciri masing-masing media massa agar resensinya itu dapat dimuat tanpa harus banyak perbaikan.
            Pengalaman dalam menelaah dan memuat naskah resensi buku dalam Jurnal Pendidikan Penabur memberikan kesan, calon penulis belum memperhatikan secara cermat prinsip (1) penulisan resensi dan (2) ciri penerbitan. Tidak jarang tulisan berisi hanya ringkasan isi buku atau hal-hal yang menarik menurut penulis “resensi” serta diakhiri dengan saran agar buku itu dibaca. Menulis resensi tentu tidak hanya sekedar demikian, sehingga untuk dapat dimuat, penulis diminta menyempurnakan tulisannya.
            Pengalaman yang sama juga terjadi dalam memberikan tugas kepada mahasiswa untuk membuat resensi artikel/tulisan/makalah atau buku. Mereka belum memahami benar teknik menulis resensi secara benar sehingga hasil tulisan mereka lebih bersifat deskriptif daripada analitis. Oleh karena itu, tulisan ini membahas tentang teknik menulis resensi buku untuk keperluan penerbitan ilmiah atau jurnal. Diharapkan gagasan yang disampaikan dalam tulisan ini dapat dijadikan wacana untuk memperkaya pengetahuan serta membantu calon penulis resensi dalam menyusun resensi buku.
Bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi, berinteraksi dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa juga digunakan dalam dunia pendidikan. Bahasa Indonesia dalam dunia pendidikan digunakan sebagai bahasa pengantar saat proses pembelajaran berlangsung. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran pokok yang diujikan secara nasional. Keterampilan dalam bahasa Indonesia ada 4, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.
Kegiatan menulis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses belajar yang dialami siswa selama mencari ilmu. Siswa dituntut untuk memiliki wawasan yang luas dan mendalam mengenai topik yang akan ditulis. Menulis resensi dapat dijadikan sebagai sarana mencurahkan ide dan gagasan.
Menulis resensi merupakan salah satu upaya memperkenalkan suatu buku atau pementasan kepada orang lain yang belum membaca atau belum menyaksikan sehingga setelah membaca resensi orang tersebut tergerak hatinya untuk menyaksikan atau membaca karya orang lain. Resensi buku merupakan salah satu cara membudidayakan minat baca terhadap buku baru. Untuk meresensi buku, pertama-tama peresensi harus membaca buku itu sampai selesai dan memahami isinya.
Hubungi Kami