Fungsi Peran dan Tujuan Manusia Diciptakan

Fungsi Peran dan Tujuan Manusia Diciptakan

Sebagaimana kita pahami bahwa manusia dalam pengertian ekologi manusia, ialah merupakan makhluk yang memegang fungsi dan peranan penting dalam konteks lingkungan hidupnya. Namun perlu diingat pula bahwa manusia secara fisik merupakan makhluk yang lemah. Kehidupan dan kesejahteraannya sangat tergantung pada komponen lain. Artinya keberhasilan manusia dalam mengelola rumah tangganya dengan baik, ditentukan oleh berhasilnya manusia dalam mengelola makhluk hidup lainnya secara keseluruhan dengan baik pula.
Tindakan manusia adalah pencetusan dirinya, jika disimak secara sepintas saja jelas manusia secara konkrit direpresentasi dan ditentukan oleh tindakannya. Maurice Blondel berkata bahwa tindakan manusia adalah tindakan dirinya yang paling umum. Selain yang paling umum tindakan manusia juga merupakan representasi dirinya yang paling lengkap. Dengan tindakannya, manusia menghadirkan dirinya secara memesonakan.


            Manusia diciptakan tidak tanpa adanya tugas, manusia harus mengemban amanat sejak dia dilahirkan di muka bumi dan suatu saat harus mempertanggungjawabkan semuanya. Tugas hidup manusia adalah kekhalifaan yaitu tugas sebagai wakil Allah SWT dimuka bumi ini untuk mempelajari ajaran agama islam serta menjaga dan memelihara alam semesta. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 30 yang berbunyi :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat : “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman : “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”(QS Al Baqarah :30)
Dengan demikian hidup seorang manusia, hidup seorang muslim diciptakan untuk selalu menyembah  Allah SWT dan melakukan kewajiban – kewajiban sesuai dengan ajaran agama islam.
Tindakan adalah realitas yang paling meyakinkan perihal siapa dirinya. Jika manusia hendak mengkomunikasikan diri kepada sesamanya, Tuhannya, atau siapapun, dia pasti merealisasikannya dalam tindakan. Hamper tidak ditemukan sarana lain untu itu selain melalui tindakan. Tindakan manusia sangat kompleks, dinamis, dan kaya akan proses, mengapa demikian?, karena manusia sebagai subjek dari tindakannya adalah makhluk yang komplek, berbeda dengan binatang. Perbedaan antara manusia dengan binatang dari sudut tindakannya adalah, binatang bukan bukan subjek dari tindakannya, sedang manusia adalah subjek (tuan) atas tindakannya. Perilaku binatang sebenarnya adalah gerakan yang amat didominasi oleh insting. Sementara tingkah laku manusia jelas tidak bisa melulu disempitkan pada gerakan fisik dan insting belaka.

Hubungi Kami