Tanah Air Karapan


Hadirin yang dimuliakan impian
Telah tiba sepasang sapi jantan
dari seberang lautan
berlenggok menjelma ombak
berebut tempat di tepi lautan

Oleh karena buncahan buih
dan juga deras arus
dua pasang sapi jantan pun tak lupa
menjadikan usus sebagai tambang
yang diikat pada tiang merah Madura

Bercak darah hina lara
Kilau dada redup sengsara
Madura berdecak pantang luka
Bersama rakaat titian baka

Pada hari penuh sorak dan pecutan
izinkan musim merasuk hari Karapan
Menaiki pelana menuju batas keheningan
Segala keriuhan atas kemenangan
atau kesedihan yang diberangkatkan
dari lumbung kekalahan
Segera terabaikan di pematang harapan

Sebagaimana hadirin ketahui bersama
Ujung daun tembakau tempat mimpi menggeliat
patah terberai dari lumbung pekat
dan pagi tinggal serpihan di atas tanah liat

Hadirin yang dimuliakan kesia-siaan
Sebelum nyanyian Tanah Karapan disenandungkan
Izinkan musim merajut helai keberuntungan
menimang batin gersang dalam ketiadaan
tinggalkan selempang kebanggaan
Sebelum biru langit
dan biru daun mengabur
dari pandangan

Tanah cucu tinggal se ujung cangkul
Tanah tanéyan enyah di bakul
Ke mana punggung buat berangkul
Takdir celurit patah dan tumpul

Hadirin yang dibahagiakan rasa lapar
itu tetembang tak tertulis di lembar tingka
tak juga terekam di nadi dan hati gusar
baiknya abaikan harapan dari angka

Madura-Tangerang, 2015-2016
Puisi : Mahwi Air Tawar
Hubungi Kami